Syd. Abu Bakar rha. Berkata : Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas
daripada salah satu daripada
4 sifat yang membinasakan, yaitu:
- Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya.
- Hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim.
- Hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula.
- Adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna.
Syd. Umar Al Khattab Rha. Berkata :
- Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
- Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
- Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
- Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.
Syd. Othman Ibnu Affan Rha. Berkata :
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
- Hatinya selalu berniat suci
- Lidahnya selalu basah dengan zikrullah
- Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)
- Segala perkara dihadapainya dengan sabar dan tabah
- Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
Syd. Ali Karramallahu Wajhah berkata :
- Tiada sholat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'.
- Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
- Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
- Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara' (memelihara diri dan hati-hati dari dosa).
- Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang- menyayangi.
- Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki.
- Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan.
- Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya,siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya,siapa yang hilang harga dirinya, berarti dia tidak wara', sedang orang yang dak wara' itu berarti hatinya mati.
Enam Ciri Kebodohan
Kebodohan sangatlah penting untuk dihindari, sehingga kita harus mengerti dan
mengetahui tindakan - tindakan yang bodoh.
Syekh Sihabuddin al-Qalyubi, dalam kitab Al-Nawadir, mengemukakan enam ciri
kebodohan. Yaitu marah tanpa alasan yang tepat, berbicara tanpa manfaat,
memberi tidak pada tempatnya, membukakan rahasia kepada sembarang orang,
terlalu percaya kepada setiap orang dan tidak mengenal siapa kawan siapa lawan.
Empat Macam Manusia Jenis manusia dan pengetahuan akan dirinya sendiri
- Seseorang yang tahu dan mengetahui bahwa dia tahu. Itulah orang alim, maka ikutilah dia.
- Seseorang yang tahu dan tidak mengetahui bahwa dia tahu. Itulah orang yang sedang tidur, maka bangunkanlah dia.
- Seseorang yang tidak tahu dan mengetahui bahwa dia tidak tahu. Itulah orang yang membutuhkan petunjuk, maka ajarilah dia.
- Seseorang yang tidak tahu dan tidak mengetahui bahwa dia tidak tahu. Itu1ah orang jahil, maka jauhilah dia.
Empat Larangan
Waspadalah terhadap empat macam keburukan: sombong, dengki, marah (emosi) dan
syahwat yang tidak terkendali Angkuh dan sombong mencegah orang untuk mematuhi
dan mentaati perintah dan larangan syariat.
Hasud (dengki) mencegah orang untuk menerima nasihat atau memberi nasihat.
Marah (emosi) mencegah orang untuk berbuat adil.
Mengikuti nafsu syahwat dapat mencegah orang menggunakan waktunya untuk
beribadah kepada Allah SWT.
Empat Waktu
Waktu yang harus dimanfaatkan dengan ibadah Empat Waktu
Sebagian ulama yang arif mengatakan, "Setiap hamba Allah mempunyai empat waktu,
dan tidak ada kelimanya.
Keempat waktu itu ialah:
Waktu mendapat nikmat;
Waktu mendapat ujian dan cabaan;
Waktu melakukan ketaatan; dan
Waktu melakukan maksiat.
Pada setiap waktu tersebut terdapat hak Allah sebagai Rabbmu, yakni waktu beribadah kepada-Nya.
Barangsiapa waktunya digunakan untuk mendapatkan kenikmatan Allah, jalannya
ialah bersyukur kepada-Nya. Barangsiapa waktunya mendapat ujian dan cabaan,
jalannya ialah ridha dan sabar. Barangsiapa waktunya untuk melakukan ketaatan,
jalannya ialah anugerah Allah yang memberi petunjuk. Dan barangsiapa waktunya
untuk melakukan maksiat, jalannya adalah bertaubat dan beristighfar."
Obat Penghapus Dosa
Seorang tabib di kota Bashrah, menguraikan resep penghapus
dosa dan penyembuh penyakit hati.
Resep itu kemudian dikisahkan oleh Hasan al-Bashri, sebagai berikut:
"Ambillah akar pohon kefakiran dan kerendahan hati. Simpan kedua akar tersebut
dalam keranjang taubat. Tumbuklah dengan lesung ridha. Haluskan dengan saringan
qana'ah (puas hati). Masukkan ke dalam mangkuk takwa. Campur dengan air haya'
(rasa malu). Didihkan di atas api mahabbah (cinta). Tuangkan ke dalam bejana
syukur. Dinginkan dengan angin harapan. Dan minumlah dengan menggunakan sendok
hamdalah (pujian kepada Allah). Insya Allah engkau akan selamat dari segala
penyakit dan bencana, baik di dunia maupun di akhirat."
Jenis KesabaranKesabaran yang dapat kita lakukan.
Menurut Syekh Abu Ismail al-Harawi, penulis kitab Manazilus Sa'irin, sabar
terdiri dari tiga kategori. Pertama, sabar untuk tidak melakukan maksiat; yaitu
menahan nafsu karena mengingat ancaman Allah, serta berjaga-jaga dari perbuatan
yang diharamkan Allah. Kedua, sabar dalam ketaatan; yaitu memelihara dan
menjaga diri agar tetap berada dalam keikhlasan dan kesadaran. Ketiga, sabar
terhadap musibah yang menimpa, karena punya harapan bahwa pertolongan Allah
akan segera tiba; juga karena memahami bahwa musibah tersebut lebih kecil
daripada karunia nikmat Allah yang pernah dan akan terus diterima.
Sumber : www.pesantrenonline.com